3 Struktur dan Fungsi Sistem Alat Reproduksi Penis Pria

3 Struktur dan Fungsi Sistem Alat Reproduksi Penis Pria

3 Struktur dan Fungsi Sistem Alat Reproduksi Penis Pria

3 Struktur dan Fungsi Sistem Alat Reproduksi Penis Pria

3 Struktur dan Fungsi Sistem Alat Reproduksi Penis Pria. Meskipun ereksi penis tampaknya terjadi dengan cepat, namun ereksi sebenarnya merupakan proses yang rumit dan membutuhkan kerja sama dari banyak sistem di dalam tubuh. Proses itu dimulai di otak, lalu ke sistem saraf, pembuluh darah, dan hormon. Semuanya turut dilibatkan untuk melaksanakan fungsi tubuh yang spesifik ini.

Struktur dan Fungsi Sistem Alat Reproduksi Penis Pria adalah alat yang digunakan untuk proses reproduksi manusia. Baik wanita maupun pria pasti memiliki alat reproduksi, dan alat reproduksi itulah yang nantinya digunakan untuk menghasilkan generasi generasi penerus mereka.

Tanpa adanya alat reproduksi sangat mustahil akan terjadi penerusan generasi dalam keluarga itu. Sekiranya ada  3 Struktur dan Fungsi Sistem Alat Reproduksi Penis Pria yang nantinya akan dibahas.

Bagi pria penis dan skrotum sebagai alat reproduksi bagian luar dan juga testis, epididymis, prostat, vesika seminalis, vas deferens dan juga kelenjar bulbouretral sebagai alat reproduksi bagian dalam. Untuk lebih jelaskan akan di jabarkan satu persatu mengenai 3 Struktur dan Fungsi Sistem Alat Reproduksi Penis Pria:

3 Struktur dan Fungsi Sistem Alat Reproduksi Penis Pria

3 Struktur dan Fungsi Sistem Alat Reproduksi Penis Pria

1. Mekanisme Terjadinya Ereksi Penis (Tumescensi)

Pada saat beristirahat (tanpa aktivitas seksual), pembuluh-pembuluh darah arteri di daerah corpora cavernosa atau rongga-rongga dalam penis serta otot-otot polos di trabekel (yakni sekitar sinusoid) akan mengalami kontraksi (menciut) sehingga darah yang masuk ke penis sangat sedikit. Rongga-rongga sinusoidal corpora cavernosa hanya terisi sedikit darah sehingga penis dalam keadaan lembek dan lemas.

Ketika tubuh menerima rangsangan seksual, baik melalui penglihatan, perabaan, penciuman, fantasi (khayalan) dan sebagainya, maka penerima stimulasi seksual akan segera bereaksi dan mengirim pesan kepada sistem saraf yang selanjutnya dikirim ke hipotalamus dan kemudian turun ke bawah melalui medulla spinalis atau sumsum tulang belakang. Selanjutnya, impuls rangsangan melewati nucleus atau inti-inti saraf otonom di S2-4 (vertebra sacralis) sebelum diteruskan ke jaringan-jaringan erektil di corpora cavernosa. Di dalam jaringan erektil ini, kemudian akan dihasilkan bermacam-macam neurotransmitter (penghantar impuls saraf).

Salah satu yang amat berperan untuk membuat penis ereksi ialah NO (nitrogen oksida). NO dihasilkan dari oksigen dan L-Arginin di bawah kontrol sintase nitrik oksida. Sesudah terbentuk, NO dilepaskan dari neuron dan endotel sinusoid di corpora cavernosa. NO menembus sel otot polos yang mengaktifkan enzim yang disebut guanilyl cyclase. Enzim ini selanjutnya mengubah guanosin triphosphat (GTP) menjadi siklik guanosin Monophosphat (cGMP). Melalui beberapa prose kimiawi, cGMP membuat otot-otot polos dalam cor pora cavernosa di dalam trabekel-trabekel dan di dalari arteriol-arteriol mengalami relaksasi sehingga seluru! pembuluh darah di corpora cavernosa serta sinusoi  akan mengalami pelebaran atau pembesaran.

Selanjutnya, rongga-rongga (sinusoid) aka dipenuhi dengan darah sehingga penis mulai mem besar. Rongga-rongga yang terisi darah itu kemudia menekan pembuluh darah balik (vena) di dekatny sehingga darah tidak bisa ke luar dari corpora cavernos (darah terperangkap di corpora cavernosa) sehingg penis bertambah besar dan keras.

Selama proses itu terjadi, jika impuls seksual terus timbul di dalam otak dan terjadi relaksasi otot-otot polos di dindin pembuluh darah serta trabekel-trabekel maka terjadila dilatasi (pelebaran) pembuluh darah serta pembesara sinusoid. Inilah yang membuat penis akan ten mengeras dan tegang.

Baca juga kategori Obat Pembesar Penis: Obat Pembesar Penis Pria Alami Terbaik Permanen Vimax Herbal

2. Fose Istirahat Penis (Detumescensi)

Untuk menjaga supaya ereksi alat vital penis tidak terjadi terus menerus, maka cGMP harus dikurangi sehingga tida terjadi relaksasi otot-otot polos terus menerus. Di dalam sel otot polos, yang berada di dalam corpoi cavernosa, terdapat mekanisme tersendiri untu menghentikan terjadinya penis ereksi ini. Enzim cGMP akan diubah menjadi guanosine wonophospbat (SGMP) sehingga jumlah cGMP pun berkurang. Bila kadar cGMP tinggal sedikit, maka relaksasi otot polos akan terhenti sehingga otot-otot mengerut (berkontraksi) dan penis pun menjadi kecil atau kembali ke fase istirahat.

Kemudian, bila ada stimulasi seks, NO akan dibentuk lagi dan akhirnya cGMP akan meningkat dan otot polos akan mengalami relaksasi dan penis kembali ereksi lagi. Selama tidak ada stimulasi seks, penis akan tetap istirahat. NO tidak diproduksi sehingga cGMP tidak terbentuk dan penis akan tetap lembek. Demikian mekanisme ereksi — istirahat — ereksi — istirahat pada penis manusia.

3. Anotomi Penis dan Fisiologi Ereksi Penis

Penis adalah organ seks utama yang letaknya di antara kedua pangkal paha. Penis dimulai dari arcus pubis dan menonjol ke depan berbentuk silinder (bulat memanjang). Dari pangkal ke ujung berbentuk cendawan dengan kepala penis menyerupai kepala cendawan tetapi dengan bagian ujung yang agak meruncing ke depan. Kadang-kadang, orang menyebut penis berbentuk seperti ular di mana kepala penis diserupakan dengan kepala ular atau mirip kepala ikan belut. Pada saat istirahat, kondisi penis mengecil dan lembek sehingga kelihatan menggantung tidak berdaya.

Panjang penis orang Indonesia waktu tidak ereksi adalah sekitar 9 sampai 12 cm bila diukur dari pangkal dan ditarik sampai ujung. Pada sebagian pria, ada yang lebih pendek atau lebih panjang dari ukuran rata-rata ini. Sebaliknya, pada saat terangsang penis akan menegang dan mengeras. Inilah yang disebut keadaan ereksi. Ereksi yang penuh menyebabkan penis berdiri tegak ke depan atau ke atas dengan seluruh bagian penis menjadi keras seperti tongkat atau batang yang tidak bisa dibengkokkan. Kondisi ini disebut ereksi penis yang normal di mana ukuran penis yang meng¬alami ereksi penuh ber-arti penis tidak bisa di¬bengkokkan atau di-tekuk.

Panjang penis orang Indonesia waktu tidak ereksi adalah sekitar 9 sampai 12 cm bila diukur dari pangkal dan ditarik sampai ujung. Pada sebagian pria, ada yang lebih pendek atau lebih panjang dari ukuran rata-rata ini. Pada saat ereksi yang penuh, penis akan memanjang dan membesar sehingga menjadi sekitar 10 cm sampai 14 cm. Pada orang Barat (ras Kaukasus) dan orang Timur Tengah, ukuran penisnya lebih panjang dan lebih besar yakni sekitar 12,2 cm sampai 15,4 cm.

Bagian utama daripada penis adalah bagian erektil atau bagian yang bisa mengecil (lembek) dan bisa membesar (mengeras). Bila dilihat dari penampang horizontal, penis terdiri dari 3 rongga, yakni 2 batang corpus cavernosa di kiri dan kanan atas, sedangkan di tengah bawah disebut corpus spongiosa. Kedua corpus cavernosa ini diliputi oleh jaringan ikat yang disebut tunica albuginea, satu lapisan jaringan kolagen yang padat serta jaringan yang kurang padat yang disebut fascia buck yang meliputinya.

Korpus cavernosa terdiri dari gelernbung-gelembung yang disebut sinusoid. Seluruh sinusoid diliputi otot polos yang disebut trabekel. Dinding dalam atau endothel sangat berperan sebagai tempat terjadinya reaksi kimiawi untuk menghasilkan ereksi. Bagian ini dialiri darah oleh arteri yang disebut arteria helicina. Selanjutnya sinusoid dihubungkan dengan pembuluh vena (sistem pembuluh darah balik) yang mengumpulkan darah ke dalam suatupleksus vena lalu akhirnya darah dialirkan kembali melalui vena dorsalis profunda dan kembali ke tubuh.

Penis dilengkapi dengan dua jenis saraf, yakni saraf otonom (parasimpatis dan simpatis) dan syaraf somatik (motoris dan sensoris). Saraf-saraf simpatis dan parasimpatis ini dihubungkan dari hipotalamus menuju ke penis melalui medulla spinalis (sumsum tulang belakang). Khusus untuk saraf otonom parasimpatis ke luar dari sumsum tulang belakang ke kolumna vertebralis di S2-4. Sebaliknya saraf simpatis ke luar dari kolumna vertebralis melalui segmen Th 11 sampai L2 dan akhirnya parasimpatis dan simpatis menyatu menjadi nervus cavernosa. Saraf ini memasuki penis pada pangkalnya dan berhubungan dengan otot-otot polos di corpora cavernosa. Saraf somatic, terutama yang bersifat sensoris yang membawa impuls (rangsang) dari penis misalnya bila mendapatkan stimulasi, yaitu rabaan pada badan penis dan kepala penis (glans) membentuk nervus dorsalis yang menyatu dengan saraf-saraf lain membentuk nervuspudendus.

Saraf ini kemudian menyambung ke sumsum tulang belakang melalui kolumna vertebralis S2-4. Stimulasi pada penis atau dari otak, secara sendiri atau bersama-sama, melalui saraf-saraf di atas akan menghasilkan ereksi penis. Aliran darah untuk penis berasal dari arteri pudenda interna lalu menuju arteria communis yang bercabang 3, yakni dua cabang masing-masing menuju korpus kavernosa kiri dan kanan yang kemudian menjadi arteria cavernosa atau arteria penis profundus dan yang ketiga ialah arteria bulbourethralis untuk korpus spongiosum. Arteri memasuki corpus cavernosa lalu bercabang-cabang menjadi arteriol-arteriol helicina yang bentuknya berkelok-kelok pada saat penis lembek atau tidak ereksi. Pada keadaan ereksi, arteriol-arteriol helicina mengalami relaksasi atau pelebaran pembuluh darah sehingga aliran darah bertambah besar dan cepat sebelum kemudian berkumpul di dalam rongga-rongga lakunar atau si¬nusoid. Rongga j/««JO/V/kemudian membesar sehingga terjadilah ereksi.

Sebaliknya, darah yang mengalir dari sinusoid ke luar melalui satu pleksus yang terletak di bawah tunica albugenia. Bila sinusoid dan trabekel sebelumnya mengembang karena berkumpulnya darah di seluruh corpus cavernosa, maka vena-vena di sekitarnya menjadi tertekan. Vena-vena di bawah tunica albug-inea ini bergabung membentuk vena dorsalis profunda lalu ke luar dari corpora cavernosa pada rongga penis menuju sistem pembuluh darah balik besar dan akhirnya kembali ke jantung. Terimakasih telah membaca artikel 3 Struktur dan Fungsi Sistem Alat Reproduksi Penis Pria semoga bermanfaat selamat membaca.

Baca juga kategori Obat Pembesar Penis tentang: Anda Tidak Percaya Diri Butuh Obat Pembesar Penis Disinilah Solusinya

author

Author: